Sabtu, 06 Oktober 2012

Karangan Explanation

Why eiffel tower was built ?

        If we talk about the wonders of the world buildings, then we will see eiffel tower as one of them. However many of us do not know the tower’s past history on why it was build. Everything has the reasonable background, especially for the tower which is to be one of the most recognized buildings in the world.

        Primarily, the eiffel tower was built for the world exhibition. It was called paris exposition in 1889. The exhibition was organized to celebrate the 100th anniversary of the french revolution. The purpose of building eiffel tower in such structure was to show to the worldfrance’s advancement of technology and beauty. The eiffel tower was designed by gustave eiffel. It seemed that then the name of the tower was derived from the designer’s last name, “eiffel”.

        Another reason on why the tower was built was for scientific progress. Although few realized it, the eiffel tower would become the prominent structure in terms of science and technology. Many experiment with temperature, pressure and pendulums were performed atop the unique famous building. Additionally the eiffel tower was used for radio transmission tower. Many experiments were conducted atop the eiffel tower for radio transmission advancement. Once the eiffel tower was proposed to be demolished but it was spared because the tower had the promising future as a radio tower.

How cell phones work ?

            A cell phone is a great gadget in this modern world. What is a cell phone? A cell phone is actually a radio in certain way. Like a radio, by a cell phone we can communicate to other people in real time. Million people use cell phone for their communication. Even nowadays, people use cell phones to communicate in voice, written and data. Alexander graham bell is the person who make great change in the way people communicate to each other. He invented a telephone in 1876. While wireless radio was formally known in 18994 presented by guglielmo marconi. By these two technologies, then a cell phone was born. However do you know how actually cell phones work?

          This short explanation on how a cell phone work is really wonderful. A cell phone or in long term "cellular telephone' works by transmitting signals of radio to towers of cellular. The towers are networked to a central switching station. The connection usually uses wire, fiber optic-cables, or microwave.

          Then the central switching station which handles calls in certain given area is directed connected to the wire-based telephone system. Cellulars are pick up by the towers and relayed to another cellular telephone user or the user of wire-based telephone network.

          The towers vary in the capacity and capability to receive signals. Some can receive the signal from short distance and the others can receive more distance. However, there are usually more than one tower in certain given area so that the system can handle the increasing telephone traffic.

Jumat, 02 Desember 2011

Expressing feeling of relief, pain and pleasure

Mala                       : hello ardiana how are you today .
Ardiana                  : hello, im fine thank you what about you ?
Mala                       : I also fine ‘ how about your presentation yesterday ?
Ardiana                  : oh , I’m glad it’s done . I hope they liked my design
Mala                       : of course , i think so, cause I like all about your fashion design
Ardiana                  : really ? Ohh thank you very much , that’s all right then
Mala                       : wich design you present?
Ardiana                  : I’m present casual dress for autum
Mala                       : believe me! Your dress will definitely sell in the market, like last year, good for you
Ardiana                  : I’m very pleased with my success last year, it turns out my fashion design many who enjoyed
Mala                       : I’m delighted to hear that, I know you can
Ardiana                  : yeah .. Thank god for that, so how about your singing contest today, I’m sory I can’t attend
Mala                       : okay, no problem friend’  I know you busy today.  I was nervous before
Ardiana                  : why , what makes you nervous ?
Mala                       :  I was the first participant to perform, but the feeling was over after I started to sing
Ardiana                  : ohh, what a relief ! I think that make problem for your ferform
Mala                       : yes, I’m glad you like it, I got a very lively applause
Ardiana                  : really fantastic !, sorry I missed it.
Mala                       : yup  I hope to win it.
Ardiana                  : when the announcement of the winner ? I need to know
Mala                       : 8 pm o’clock tonight, you must come with me!
Ardiana                  : all right everything I do for you.
8 pm o’clock
Mala                       : You see, they look confident
Ardiana                  : come on, Cheer up you can definitely win it
Mala                       : oh , that’s all right then
(announcement of winners is mala!)
Ardiana                  : wow I’m delighted to hear  that,  they called your name friend
Mala                       : really , it gives me great pleasure to hear that
Ardiana                  : congratulations friend, immediately take the cup.
Mala                       : ohh I’m very pleased , thanks for everything !
Ardiana                  : isn’t  this great !

percakapan 5 sahabat

Narator                  : Nunu dan Aulia merupakan sahabat baik. Mereka telah bersahabat sejak kecil, tapi suata hari ketika keluarga Aulia jatuh miskin, Nunu pun tak ingin lagi bersahabat dengan Aulia. Suatu siang ketika Aulia, Nunu, Ardiana, Indah dan Mala sedang berada di kelas untuk bersih-bersih sebelum pulang sekolah, Aulia dengan berat hati mengatakan kepada Nunu untuk membantunya. Karena menurutnya Nunu lah yang bisa menolongnya dan Nunu merupakan sahabatnya, malah yang terjadi adalah Nunu balik menghina Aulia.
Aulia                       : Nunu, bisakah kau menolongku sedikit saja?
Nunu                      : Apa? Menolongmu? Kau pikir kau itu siapa yang harus aku tolong?
Aulia                       : Kenapa dengan mu Nunu? Bukankah kita sahabat? Masa kau sudah lupa dengan itu?
Nunu                      : Sahabat? Maaf ya aku tidak punya sahabat seperti mu yang miskin. Aku hanya mau bersahabat dengan orang yang kaya.
Ardiana                  : kenapa dengan kalian berdua? Sepertinya sedang bermasalah gitu.
Aulia                       : Tidak ada apa-apa kok. Kita berdua baik-baik saja. Ya kan Nunu?
Nunu                      : Baik-baik saja? Gini ya Nui, tadi si miskin ini meminta bantuan ke aku. Tapi sayangnya aku tak ingin membantu orang seperti dia. Mana dia ngaku-ngaku sahabat aku lagi? Ogah deh.
( Aulia pun pergi karena mendengar perkataan Nunu seperti itu )
Ardiana                  : Jangan begitu Nunu. Bukannya kau dan Aulia memang bersahabat dari kecil? Masa karna sekarang Aulia dan keluarganya jatuh miskin, kau tidak mau lagi bersahabat dengannya. Bukannya saat-saat seperti ini kau bisa tunjukan ke dia, kalau kau memang sahabatnya. Bukan malah meninggalkannya.
Mala                       : Betul itu kata Nui. Seharusnya kau sekarang menyuport dia, bukan menghina dia seperti itu. Kasian kan dia.
Indah                      : Betul itu. Sahabat seperti apa kau ini?
Nunu                      : Kalian pikir siapa kalian yang berani-berani menasehatiku? Sok baik! Terserah aku dong mau berbuat apa. Urus saja diri kalian masing-masing.
Mala                       : Kita bukannya bermaksud menasehati kamu atau sok baik. Tapi kita tidak mau persahabatan kamu dan Aulia berakhir seperti ini.
Nunu                      : Halah itu bukan urusan ku dan juga kalian.
( Nunu pun langsung pulang )
Indah                      : Setan apa yang merasuki anak itu? Bisa-bisanya dia berbuat begitu kepada Aulia. Bukankah selama ini dia yang selalu saja membela-bela Aulia ketika ada masalah?
Ardiana                  : ya itu hanya dia yang tahu. Tapi satu hal yang akhirnya kita tahu, Nunu hanya mau berteman dengan orang yang Kaya.
Mala                       : Pantas saja.
Indah                      : Pantas apanya?
Mala                       : sudahlah jangan dibahas lagi, mending kita pulang saja.
Ardiana                  : betul itu.
Narator                  : keesokan harinya Mereka kembali masuk kesekolah seperti biasa, tetapi tidak dengan Aulia. Hal ini pun terjadi selama 2 minggu berturut-turut. Pada akhirnya ketika mereka berempat sedang dalam perjalanan kesekolah, dengan tidak sengaja mereka bertemu dengan Aulia di pinggir jalan yang sedang mencari barang bekas.
Ardiana                  : Hey bukannya itu Aulia?
Indah                      : ia benar itu Aulia. Sedang ngapain dia? Bukannya masuk sekolah malah keliuran seperti itu.
Ardiana                  : ia benar.
(Ardiana pun langsung menarik Nunu yang jalan di belakangnya dan sedang asyik dengan Iphone-nya)
Liat itu? Apa yang sahabatmu lakukan?
Nunu                      : haha… Pasti sedang mengais-ngais sampah. Namanya juga orang miskin.
Indah                      : Apaan sih. Ayo kita samperin saja dia.
Ardiana                  : Aulia, apa yang sedang kau lakukan? Kenapa kau tidak masuk 2 minggu ini?
Aulia                       : (dengan Kaget) aku? Ya seperti yang kalian liat.
Nunu                      : aku bilang juga apa. Pasti dia sedang mengais-ngais sampah. Seperti tidak tahu saja kalian kerjaan orang miskin.
Mala                       : sudahlah Nunu, begitu-begitu Aulia itu sahabatmu.
Ardiana                  : Apa-apaan sih. Kenapa kau tidak masuk sekolah lagi Aulia?
Aulia                       : Begini, orang tua ku tidak punya uang untuk membiayai aku dan adikku untuk sekolah. Sedangkan adikku masih mau sekolah, jadi aku mengalah saja untuk adikku. Biar adikku yang sekolah dan aku membantu orang tua ku untuk menyambung hidup.
Indah                      : Mulia betul hati mu sobat.
Nunu                      : haha. Mulia apanya? Dia cuma mau cari muka tahu? Kalian ini gampang sekali dibodohi sama dia.
Aulia                       : Tega sekali kau berkata begitu pada ku. Aku memang sekarang sudah miskin, tapi aku masih punya perasaan. Kalau kamu tidak mau bersahabat lagi dengan ku ya sudah itu tidak jadi masalah buat ku, tapi jangan kau hina aku dengan kata-katamu itu. Satu lagi, aku tidak pernah menyesal pernah berkenalan dengan mu. Tapi itu merupakan pembelajaran bagi ku. Terima kasih Nunu.
(Aulia pun lari secepat mungkin meninggalkan mereka berempat dengan perasaan yang bercampur aduk)
Ardiana                  : sudah puas kau menyakiti dia? Ingat Nunu, suatu hari nanti kau juga akan merasa apa yang Aulia rasakan sekarang.
Indah                      : Betul itu.
Nunu                      : haha. Itu tidak mungkin. Keluarga ku tidak mungkin jatuh miskin seperti dia. Toh keluargaku memiliki banyak usaha yang menghasilkan banyak uang. Dan tidak akan habis untuk 5 generasi. Haha…
( sambil tertawa Nunu pun jalan meninggalkan mereka bertiga)
Indah                      : Sombong sekali itu anak. Semoga hidupnya baik-baik saja.
Ardiana                  : ya semoga saja. Memang terkadang kita harus menyadari bahwa ada orang tertentu yang bisa tinggal dihati kita, namun tidak dalam kehidupan kita
Mala                       : ya betul itu. Dan semoga suatu hari nanti kita bisa bertemu lagi dengan Aulia.
( mereka bertiga akhrinya melanjutkan perjalan ke sekolah )
Narator                  : Hari itu merupakan hari terakhir mereka bertemu Aulia. Dan ketika semuanya telah terjadi, Nunu pun merasakan apa yang dulu Aulia rasakan. Keluarganya bangkrut karena ditipu oleh orang lain. Tapi sayangnya Nunu tidak terima dengan hidupnya yang miskin, dan ia beranggapan bahwa semua ini salah Aulia.

Jumat, 28 Oktober 2011

Contoh kalimat comparative & superlative

Contoh kalimat comparative & superlative


1.       My grades are lower than my sister's
2.       Merry is more diligent than Ahmad.
3.       My pen is cheaper than Isma pen.
4.       Muh. Ikhsan Nur runs faster than Ismail Marsuki.
5.       Muh. Rifqy spends more hours at campus than does Ahkam.
6.       The results of the current experiment appear to be more consistent than were the results of any previous tests.
7.       My Brother more handsome than bachtiar.
8.       My niece cuter than Via.
9.       Joseph is taller than beni
10.   I buy more cheese than Amir.
11.   He buys less sugar than we do
12.   A car is more expensive than a bicycle.
13.   The film was more exciting than the book.
14.   Mt. Everest is higher than Mt. Blanc.
15.   I had a bigger meal than you.

1.       Ahkam is the laziest in his class.
2.       Muh. Rifqy is the most diligent in his class.
3.       Imamsyah is the most handsome in his class.
4.       Iswahyudi is the best football player in Makassar.
5.       Opi is the cutest student in my school.
6.       Bachtera is the tallest boy in my family.
7.       I think computer is the most interesting device i've ever tried.
8.       Igor can tell you the funniest joke you've ever heard.
9.       The most important thing for student is to study hard.
10.   Jonathan is the most careful person i've ever met.
11.   Dina's home is the farthest from all of us.
12.   Mexico is the most polluted city in the world.
13.   Aditya are the most boring person i've ever knew.
14.   Irfan is the most angry when he know that we insult the teachers.
15.   Mala always get the best score in math subject.